![]() |
| Hasanul Amri Wawancara dengan Mantan Sekda Aceh Barat Daya |
Aceh Barat Daya – Hasanul Amri turut ambil bagian sebagai salah satu penulis ulang sejarah pemekaran Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Keterlibatannya ini menjadi bagian dari upaya pelurusan dan pendokumentasian sejarah lahirnya daerah tersebut agar dapat diwariskan secara utuh dan objektif kepada generasi mendatang.
Dalam proses penulisan ulang sejarah tersebut, Hasanul Amri telah melakukan wawancara langsung dengan salah satu tokoh penting pendiri Kabupaten Aceh Barat Daya, yakni M. Nafis, yang dikenal sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) pertama Aceh Barat Daya. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi autentik terkait dinamika perjuangan pemekaran, tantangan awal pemerintahan, serta peran para tokoh yang terlibat dalam pembentukan Abdya.
Hasanul Amri menyampaikan bahwa penulisan ulang sejarah pemekaran Abdya sangat penting dilakukan mengingat banyaknya fakta dan peristiwa bersejarah yang belum terdokumentasi secara komprehensif. Menurutnya, kesaksian langsung dari pelaku sejarah seperti M. Nafis menjadi sumber primer yang sangat berharga untuk menjaga keakuratan data dan narasi sejarah.
Sementara itu, M. Nafis dalam wawancara tersebut mengungkapkan berbagai pengalaman dan cerita perjuangan sejak masa persiapan pemekaran hingga terbentuknya pemerintahan definitif Kabupaten Aceh Barat Daya. Ia berharap penulisan ulang sejarah ini dapat menjadi rujukan resmi serta bahan edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Abdya.
Kegiatan penulisan ulang sejarah pemekaran Kabupaten Aceh Barat Daya ini diharapkan mampu memperkuat identitas daerah, menghargai jasa para pendiri, serta menjadi pijakan dalam membangun masa depan Abdya yang lebih baik dan berkelanjutan.

.jpeg)

.jpeg)




