![]() |
| Penyutingan Naskah Cerita Anak dalam Bahasa Simolol |
Banda Aceh – Dalam upaya memperkuat literasi anak-anak melalui bahasa daerah, Hasanul Amri mengikuti kegiatan pendampingan dan penyuntingan naskah cerita anak berbahasa Simolol yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari dan dipandu langsung oleh Murhaban, M.Hum, salah satu tim penyunting ahli dari Balai Bahasa Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelestarian bahasa daerah yang difasilitasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan tujuan mendorong lahirnya karya-karya sastra anak dalam bahasa ibu, khususnya bahasa Simolol yang merupakan bahasa asli masyarakat Simeulue.
Dalam kegiatan tersebut, Hasanul Amri mendapat pendampingan intensif dalam menyusun dan menyunting naskah cerita anak agar sesuai dengan kaidah kebahasaan serta menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Selain membahas struktur cerita, peserta juga dilatih dalam penggunaan diksi yang tepat serta pemanfaatan unsur lokal budaya Simolol dalam narasi.
“Saya merasa sangat terbantu dalam proses penyuntingan naskah ini, terutama dalam hal teknik penulisan yang sesuai dengan pembaca anak dan penggunaan bahasa Simolol yang baik dan benar,” ujar Hasanul Amri.
Murhaban sebagai pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal lahirnya lebih banyak literatur anak dalam bahasa daerah, sebagai bentuk nyata dari upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal.
Dengan semangat pelestarian bahasa Simolol, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jati diri masyarakat Simeulue serta menanamkan rasa cinta bahasa ibu sejak dini kepada generasi muda.




