![]() |
| Hasanul Amri Serahkan Buku Bantuan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh kepada Santri Dayah Tgk. Diujung |
Borengan, Simeulue – Komitmen dalam meningkatkan budaya literasi dan memperkuat wawasan kebudayaan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kolaborasi. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan buku dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Aceh yang disalurkan melalui Komunitas Mangaktere Anak Ulau kepada santri Dayah Tgk. Diujung, Umukan.
Buku-buku tersebut secara simbolis diserahkan oleh Hasanul Amri kepada pihak dayah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan minat baca serta pelestarian nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di lingkungan pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat menambah koleksi bacaan yang bermanfaat bagi para santri dalam memperluas wawasan keislaman, sejarah, budaya, dan pengetahuan umum.
Dalam kesempatan tersebut, Hasanul Amri menyampaikan bahwa buku merupakan jendela ilmu yang akan membuka cakrawala berpikir generasi muda. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pelestarian kebudayaan, komunitas literasi, dan lembaga pendidikan seperti dayah menjadi langkah strategis dalam membangun budaya membaca sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
"Semoga buku-buku ini menjadi sumber ilmu yang bermanfaat dan mampu menumbuhkan semangat membaca di kalangan santri. Dengan membaca, kita tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menjaga dan memahami nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah kita," ujar Hasanul Amri.
Pimpinan Dayah Tgk. Diujung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh serta Komunitas Mangaktere Anak Ulau atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dan literasi di lingkungan dayah. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang proses belajar para santri.
Penyerahan buku ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat budaya literasi, melestarikan sejarah dan kebudayaan lokal, serta melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya.


