![]() |
| Hasanul Amri: Konsultasi Kamus Bahasa Simolol Bersama Guru Besar USK, Langkah Besar Menuju Pelestarian Bahasa Daerah |
Upaya pelestarian Bahasa Simolol terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Hari ini, dilakukan konsultasi akademik pengembangan Kamus Bahasa Simolol bersama Guru Besar sekaligus Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Denni Iskandar, M.Pd.
Pertemuan ilmiah tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas akademik dan metodologi penyusunan kamus Bahasa Simolol sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Simeulue yang memiliki nilai sejarah, identitas, dan kekayaan linguistik yang tinggi.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat pelestarian budaya, Prof. Dr. Denni Iskandar memberikan berbagai masukan strategis terkait pengembangan struktur leksikografi, ketepatan ilmiah, serta arah pengembangan kamus agar mampu menjadi referensi akademik dan dokumentasi bahasa daerah yang berkualitas.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata keseriusan para pegiat budaya dan akademisi Simeulue dalam menjaga eksistensi Bahasa Simolol di tengah perkembangan zaman. Pengembangan kamus tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi bahasa, tetapi juga menjadi jembatan pewarisan identitas budaya kepada generasi muda.
Penyusunan Kamus Bahasa Simolol sendiri selama ini terus dikembangkan melalui kajian, dokumentasi, dan penelitian mendalam oleh Hasanul Amri, S.Pd., M.Pd., Gr., yang dikenal aktif sebagai pemerhati, peneliti, dan penggerak pelestarian bahasa serta budaya Simeulue.
Konsultasi bersama Prof. Dr. Denni Iskandar menjadi langkah strategis dalam memperkuat legitimasi akademik karya tersebut agar nantinya mampu memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan literasi daerah, pendidikan, dan pelestarian bahasa ibu di Indonesia.
“Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi identitas, sejarah, dan jati diri suatu bangsa. Menjaga bahasa berarti menjaga peradaban,” menjadi semangat utama dalam pengembangan karya monumental ini.
Melalui kolaborasi akademisi, pegiat budaya, dan masyarakat, Kamus Bahasa Simolol diharapkan mampu menjadi salah satu karya penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus memperkuat posisi Simeulue sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya Nusantara.
