![]() |
| Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh Serahkan 135 Buku dan Leaflet kepada Komunitas MAU Bersama Simulations Simeulue |
Penyerahan tersebut tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Nomor 133/BPKACEH/KB/2026 yang ditandatangani pada Rabu, 22 April 2026 di Banda Aceh.
Dalam dokumen resmi tersebut, pihak pertama diwakili oleh Nurmila Khaira, S.S, selaku Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh. Sementara pihak kedua diwakili oleh Hasanul Amri, S.Pd., M.Pd., Gr, selaku Ketua Komunitas Mangaktere Anak Ulau (MAU) Kabupaten Simeulue.
Bantuan berupa buku dan leaflet tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi budaya, pelestarian bahasa daerah, serta pengembangan edukasi masyarakat di Kabupaten Simeulue. Seluruh bantuan telah diterima secara resmi oleh pihak komunitas sebanyak 135 eksemplar, sebagaimana tercantum dalam lampiran berita acara.
Kerja sama antara Komunitas MAU dan komunitas Simulations (Simeulue, Culture, Language, and Educations) dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya dan bahasa lokal di Simeulue. Kedua komunitas tersebut selama ini aktif melakukan kegiatan literasi, dokumentasi budaya, edukasi bahasa daerah, hingga pengembangan sumber belajar berbasis kearifan lokal.
Ketua Komunitas MAU, Hasanul Amri, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh. Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan literasi dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.
“Buku dan leaflet ini akan menjadi sumber pengetahuan yang sangat bermanfaat dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya, bahasa, dan sejarah Simeulue kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara komunitas budaya dan pemerintah dapat terus diperkuat guna menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Penandatanganan berita acara turut disertai cap resmi dari kedua belah pihak sebagai bentuk legalitas dan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian kebudayaan Aceh, khususnya di wilayah kepulauan Simeulue.
